Kategori Berita

Asyik Maen Game Online, 5 Pelajar Diciduk Tramtib Kecamatan Pinang

image

KOTA TANGERANG,(RT)-Lima pelajar diamankan petugas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) Kecamatan Pinang di salah satu warung internet (warnet) yang berada di jalan Sultan Agung Tirtayasa (pertigaan Gempol.red), Rabu (19/9/2018) siang. Ke-Limanya digelandang ke Kantor Kecamatan Pinang lantaran membolos saat jam sekolah.

Guna memberikan efek jera, petugas Tramtib Kecamatan Pinang memberikan sanksi dengan berdiri di hadapan tiang upacara yang ada di halaman Kecamatan Pinang. Tidak hanya itu, para pelajar juga hormat kepada bendera sangsaka merah putih.

Kasi Tramtib Kecamatan Pinang Sidik Taslim saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, Lima pelajar yang terjaring razia saat bermain game online tersebut merupakan pelajar Kota Tangerang. Tiga diantaranya siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta.

"Dia cukup lihai untuk mengelabuhi anggota kita (Tramtib). Seragam sekolah yang digunakan para pelajar dicopot dan ganti menggunakan kaos biasa. Bahkan salah satu pelajar ada yang berbohong jika dirinya masuk siang," ujarnya.

Ia menambahkan, para pelajar yang terjaring razia tidak diperkenankan untuk pulang. Melainkan, orang tua masing - masing pelajar wajib mendatangi Kantor Kecamatan Pinang untuk menjemput anaknya.

"Orang tua mereka saya suruh datang ke kantor. Ini saya lakukan bertujuan agar orang tua siswa tersebut tau perilaku putranya. Kami juga akan memberikan surat peringatan kepada siswa tersebut," imbuh Sidik Taslim.

Sementara Camat Pinang, Muhammad Agun Djumhendi Junus saat dihubungi melalui seluler miliknya mengaku, sangat perihatin mengetahui hal itu. Menurutnya, para pelajar yang seharusnya menuntut ilmu tersebut mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) yang diberikan oleh pihak sekolah.

"Mereka merupakan penerus bangsa ini. Apabila mereka di masa sekolah  tidak memanfaatkannya dengan benar, lalu bagaimana dengan masa depannya,?" tanya Camat Agun.

Ia menegaskan, dirinya akan memberikan teguran keras kepada pemilik warung internet (warnet) yang menerima pelajar saat jam sekolah. Selain itu, warnet yang telah melanggar Perda juga akan diberikan sanksi tegas.

"Jam operasional warnet sudah ditentukan dalam Perwal. Jadi kami akan menindak tegas para pengusaha warnet yang membandel ini," tegasnya.(angga)

Thu, 20 Sep 2018 @11:33

Copyright © 2018 WWW.REPORTASETANGERANG.COM · All Rights Reserved