Kategori Berita

Adanya Terduga Teroris Di Kota Tangerang, Turidi Minta Pemerintah Gencarkan Operasi Yustisi

image

KOTA TANGERANG,(RT)—Terkait adanya penggerebekan rumah terduga teroris  di Jalan Gempol, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Rabu (16/5/18) oleh Datasemen Khusus (Densus) 88. Membuat kepanikan sebagian warga Kota Tangerang.

Terlebih dari tiga orang terduga diantaranya merupakan seorang perempuam bercadar dimana perempuan tersebut dikenal warga setempat sebagai tukang jahit sehingga tidak ada yang menduga mereka merupakan terduga teroris.

"Ada tiga orang diamankan dari rumah kontrakan itu. Penghuni rumah diduga bekerja dalam bidang konveksi," ujar Turidi anggota DPRD Kota Tangerang dari Dapil 3, Kamis (17/5/18).

Turidi berharap kepada pihak berwajib dengan adanya ketiga terduga teroris yang telah diamankan tersebut bisa mengungkap jaringan lainnya. "Ya, ini sangat berbahaya, terduga teroris yang hari ini diamankan oleh pihak yang berwajib harus dapat segera diungkap jaringan lainnya,” harapnya.

Menurut Turidi dari politisi Partai Gerindra ini menuturkan, aksi bunuh diri dan menyerang aparat keamanan juga gereja beberapa hari lalu merupakan warning, ternyata sel-sel teroris masih mengakar serta berkembang secara masiv dan ini perlu diwaspadai.

“Islam sebagai agama pemersatu, dimana mengajarkan toleransi, saling mengasihi dan saling menghormati dengan agama lainnya. Islam bukan Teroris. Orang yang melakukan bom bunuh diri tersebut pemikiran keIslamanmya terlalu dangkal,” jelas Turidi Susanto.

Ditegaskan lebih lanjut oleh Turidi Susanto, Indonesia saat ini dalam keadaan damai, bukan dalam situasi perang. Baginda Rasulullah SAW mengajarkan untuk menjaga dan menghormati agama lain.

“Dalam Al-Qur’an ditegaskan, bagimumu agamamu – bagiku agamaku. Jadi tidak ada Islam mengajarkan teror terhadap umat lainnya,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang ini.

Untuk itu Turidi menghimbau kepada masyarakat, ini menjadi tugas kita bersama untuk menyadarkan seluruh umat akan bahaya radikalisme yang dibalut dengan isu agama.

“Mari kita rapatkan barisan, tokoh masyarakat, pemuka agama, pemerintah daerah, TNI, Polri, DPRD bahu-membahu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan untuk membunuh orang tidak berdosa,” jelas Turidi.

Turidi juga menghimbau kepada seluruh kepala lingkungan, RT, RW dan lurah serta camat setempat untuk pro aktif mendata para pendatang, ataupun hunian yang perlu didata guna pencegahan lebih dini lagi dari terorisme.

“Saya kira langkah yang paling baik adalah memberikan pemahaman tentang agama itu sendiri secara menyeluruh. Kita harus menyadarkan bahwa jihad sebenarnya adalah melawan hawa nafsu, menjadikan ilmu agama sebagai penambah nilai taqwa kita kepada Allah SWT,” terang Turidi.

"Alangkah baiknya pihak Pemerintah Kota Tangerang meningkatkan operasi yustisi di lingkungan RT/RW. Operasi Yustisi ini sangat penting guna mendata secara menyeluruh kaitan dengan warga agar tercipta rasa aman di seluruh lingkungan, khususnya Kota Tangerang," pungkas Turidi.(ARD)

Thu, 17 May 2018 @15:21

Copyright © 2018 WWW.REPORTASETANGERANG.COM · All Rights Reserved