Kategori Berita

Soal Akuntabilitas Kinerja, Pemkot Tangerang Raih Predikat B

image

KOTA TANGERANG, (RT) — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menerima penghargaan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Berdasarkan Hasil Evaluasi terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2017 yang dilakukan oleh pihak Kemenpan RB, secara umum kinerja Pemerintah Kota Tangerang mendapatkan predikat Baik atau B naik dari tahun lalu yang mendapatkan predikat C.


LHE AKIP tahun 2017 tersebut diterima langsung oleh Wali Kota H. Arief R. Wismansyah dari Menteri Pendayagunaa Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPanRB) Asman Abnur di Batam, Kamis (25/1/2018).


Arief R. Wismansyah seusai acara menyampaikan rasa syukurnya atas diraihnya predikat B dalam penyelenggaraan Pemerintah Kota Tangerang.


"Syukur alhamdulillah karena usaha yang kita lakukan untuk membenahi akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan di kota Tangerang membuahkan hasil," ujarnya.


"Dimulai dari peningkatan pelayanan publik dimana kita terus berupaya mempermudah akses pelayanan publik ke masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi," jelasnya.


"Belum lagi program kebijakan yang memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari program Tangerang Cerdas, Tangerang Sehat dan juga Tangerang Berbenah. Artinya masyarakat bisa merasakan langsung program yang kita canangkan," sambungnya.


Sementara itu, Asman Abnur dalam sambutannya meminta agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat mewujudkan birokrasi yang efisien. Hal tersebut dapat ditunjukkan melalui penggunaan anggaran negara yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.


Dikatakannya bahwa terdapat dua hal yang harus dipahami oleh setiap instansi pemerintah dalam mewujudkan birokrasi yang efisien, yaitu pertama memastikan bahwa anggaran hanya digunakan untuk membiayai program/kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan.


“Kemudian yang kedua memastikan bahwa penghematan anggaran yang dilakukan hanya dialokasikan pada kegiatan-kegiatan yang penting atau yang mendukung kinerja instansi,” ujarnya.


Lebih lanjut dirinya mengajak para aparatur agar merubah mind set dari yang awalnya bermental menghabiskan anggaran menjadi mental memberi manfaat dari hasil kerja yang dilakukan. Dengan demikan dapat terwujud kesejahteraan rakyat dan pembangunan negara.(ard)

Thu, 25 Jan 2018 @22:27

Copyright © 2018 WWW.REPORTASETANGERANG.COM · All Rights Reserved